Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau
Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas (GPPH) adalah masalah perilaku
yang kebanyakan terjadi pada anak – anak. Kita sering mengenalnya dengan anak
hiperaktif. Anak – anak hiperaktif mengalami gangguan pada masalah tingkah laku
baik di rumah dan di lingkungan sekitar.
Anak hiperaktif bagi sebagian orangtua cukup mengganggu
karena karakter anak hiperaktif memang berbeda dengan anak – anak pada umumnya.
Gejala anak hiperaktif bisa terpantau sejak dini yakni pada usia 2 tahun. Usia 2
tahun adalah usia di mana anak – anak mengeksplorasi lingkungannya, tidak bisa
diam, sentuh ini itu, tapi Anda perlu khawatir saat tingkah laku anak sudah
diluar batas kewajaran.
Misalnya, anak sangat sulit diatur, teguran orangtua atau
orang sekitar hanya mempan beberapa menit, bertingkah yang tidak semestinya
dilakukan anak – anak seperti memanjat tidak pada tempatnya, tiba - tiba memukul, bergerak tidak beraturan, banyak bicara, tidak bisa
konsentrasi, tidak mau diam dan bergerak secara impulsive atau bergerak tiba –
tiba.
Kebanyakan orang mengira, tingkah laku anak balita yang
aktif memang wajar tapi jika anak Anda mempunyai 5 dari ciri – ciri di atas
kemungkinan anak Anda termasuk anak hiperaktif. Anak hiperaktif bukan tidak
bisa ditangani, penanganan anak hiperaktif terletak pada kedua orangtuanya. Anak
hiperaktif sangat membutuhkan perhatian lebih orangtuanya.
Tingkah laku anak
hiperaktif yang tidak wajar itu bukan karena salah asuhan orangtuanya,
melainkan ada gangguan syaraf pada sel otak yang dipengaruhi oleh hormon
dopamine yang berfungsi sebagai neurotransmiter.
Anak hiperaktif mengalami gangguan transportasi antara
dopamine transporter dan dopamine reseptor dalam penerimaan dopamine di sel
otaknya. Karena terjadi gangguan ini maka anak hiperaktif sangat tidak
terkontrol emosinya.
Anak hiperaktif bisa ditangani dengan berbagai cara yaitu
pengobatan medis dan psikologis yang melibatkan dokter, psikiater,
orangtua, keluarga besar, lingkungan dan guru. Anak – anak hiperaktif memang
harus ditangani sejak dini karena jika tidak ditangani dengan baik kelak anak
hiperaktif akan bermasalah dengan hidupnya. Misalnya kenakalan remaja, depresi,
bahkan sampai bunuh diri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Suka artikel ini? silahkan dishare ya :)