Minggu, 09 Februari 2014

Mengenal Anak Hiperaktif

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas (GPPH) adalah masalah perilaku yang kebanyakan terjadi pada anak – anak. Kita sering mengenalnya dengan anak hiperaktif. Anak – anak hiperaktif mengalami gangguan pada masalah tingkah laku baik di rumah dan di lingkungan sekitar.

Anak hiperaktif bagi sebagian orangtua cukup mengganggu karena karakter anak hiperaktif memang berbeda dengan anak – anak pada umumnya. Gejala anak hiperaktif bisa terpantau sejak dini yakni pada usia 2 tahun. Usia 2 tahun adalah usia di mana anak – anak mengeksplorasi lingkungannya, tidak bisa diam, sentuh ini itu, tapi Anda perlu khawatir saat tingkah laku anak sudah diluar batas kewajaran.

Misalnya, anak sangat sulit diatur, teguran orangtua atau orang sekitar hanya mempan beberapa menit, bertingkah yang tidak semestinya dilakukan anak – anak seperti memanjat tidak pada tempatnya, tiba - tiba memukul, bergerak tidak beraturan, banyak bicara, tidak bisa konsentrasi, tidak mau diam dan bergerak secara impulsive atau bergerak tiba – tiba.

Kebanyakan orang mengira, tingkah laku anak balita yang aktif memang wajar tapi jika anak Anda mempunyai 5 dari ciri – ciri di atas kemungkinan anak Anda termasuk anak hiperaktif. Anak hiperaktif bukan tidak bisa ditangani, penanganan anak hiperaktif terletak pada kedua orangtuanya. Anak hiperaktif sangat membutuhkan perhatian lebih orangtuanya. 

Tingkah laku anak hiperaktif yang tidak wajar itu bukan karena salah asuhan orangtuanya, melainkan ada gangguan syaraf pada sel otak yang dipengaruhi oleh hormon dopamine yang berfungsi sebagai neurotransmiter.

Anak hiperaktif mengalami gangguan transportasi antara dopamine transporter dan dopamine reseptor dalam penerimaan dopamine di sel otaknya. Karena terjadi gangguan ini maka anak hiperaktif sangat tidak terkontrol emosinya. 

Anak hiperaktif bisa ditangani dengan berbagai cara yaitu pengobatan medis dan psikologis yang melibatkan dokter, psikiater, orangtua, keluarga besar, lingkungan dan guru. Anak – anak hiperaktif memang harus ditangani sejak dini karena jika tidak ditangani dengan baik kelak anak hiperaktif akan bermasalah dengan hidupnya. Misalnya kenakalan remaja, depresi, bahkan sampai bunuh diri.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Suka artikel ini? silahkan dishare ya :)