Perempuan lebih bisa melakukan pekerjaan banyak dalam satu
waktu atau multitasking dibanding laki – laki. Anggapan tersebut diperkuat
dengan sebuah penelitian gabungan yang dilakukan para psikolog dari tiga universitas
yaitu Universitas Hertfordshire, Universitas Glasgow dan Universitas Leeds.
Para peneliti mengadu kemampuan kelompok laki – laki dan
kelompok perempuan, tujuannya adalah untuk melihat apakah anggapan perempuan
benar – benar multitasking daripada laki – laki atau tidak.
Dikutip dari Huffingtonpost.com, percobaan pertama dilakukan
pada 120 laki – laki dan 120 perempuan. Mereka diminta untuk memainkan sebuah
game di komputer sekaligus mengerjakan dua pekerjaan lain dengan kecepatan yang
sama. Hasil penelitian menyebutkan perempuan lebih mahir mengerjakan tugas
tersebut dibanding laki – laki.
Percobaaan kedua dilakukan oleh 47 orang laki – laki dan 47
orang perempuan. Mereka hanya diberikan waktu 8 menit untuk menyelesaikan soal
aritmatika, menemukan satu set kunci yang hilang di sebuah restoran dan
menggambarkan peta yang diminta.
Disela – sela tugas tersebut, peneliti juga menguji
konsentrasi partisipan dengan tanya jawab melalui telepon. Dari hasil percobaan
kedua terungkap bahwa kedua kelompok tersebut bisa menyelesaikan tugas dengan
baik saat mencari kunci. Pencarian kunci merupakan ujian seberapa pandai
seseorang dalam menyusun rencana strategis.
Tapi kemampuan kelompok laki –laki terlihat kacau saat
mereka dibebani tugas – tugas tambahan tadi. Para peneliti akhirnya sepakat
bahwa kemahiran multitasking perempuan memang sudah ada sejak zaman dahulu.
“Pada zaman batu, laki – laki mungkin sering keluar rumah
dan berburu makanan, sedangkan istrinya berdiam di rumah dan melakukan banyak
aktifitas seperti mengurus anak sambil mengumpulkan jamur atau memperbaiki
perkakas yang rusak serta membuat perangkat dari batu,” kata Ketua Tim Peneliti
Gijsbert Stoet dari Universitas Glasglow.
Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan laki – laki lebih sering mengalami gangguan
konsentrasi dibanding perempuan. Itulah kenapa laki – laki lebih terbiasa hanya
fokus pada satu hal. Jawabannya ada di penelitian ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Suka artikel ini? silahkan dishare ya :)