Rabu, 15 Agustus 2012

Makanan Terbaik untuk Tingkatkan Stamina

Pernah tidak terpikirkan oleh kita untuk makan apa supaya badan tetap sehat, bugar dan fit sepanjang hari?Kebanyakan dari kita, juga termasuk saya, makan ya makan saja. Asal enak di perut dan kenyang. Tapi rasanya itu salah deh dan kayaknya jahat banget kalau tubuh kita ini nggak diperhatiin asupan nutrisinya. Kali ini saya coba tulis soal makanan apa saja yang bisa membuat tubuh kita lebih bernutrisi dan lebih sehat sepanjang hari. Simak ya ^^



Nutrisi Penting

Ketika kita berbicara masalah meningkatkan stamina tubuh maka kita tidak bisa lepas dari karbohidrat kompleks. Karena karbihidrat merupakan bahan bakar utama tubuh dan otak kita. Seorang Ahli Gizi Priya Pathpal mengatakan karbohidrat adalah media yang dipakai tubuh untuk mendapatkan glukosa. Karbohidrat kompleks ini terdapat pada beras, roti dan pasta. Karbihidrat kompleks ini beda dengan karbohidrat sederhana lho ya. Ini akan membuat Anda bugar sepanjang hari.

VITAMIN C: Vitamin C membantu memperkuat daya tahan tubuh. Melindungi tubuh kita dari gangguan penyakit seperti flu dan batuk. Aktifitas kita di luar ruangan sangat rentan dengan terinfeksi virus dan bakteri, pastikan Anda mengkonsumsi banyak buah-buahan dan sayur-sayuran yang mengandung vitamin C yang tinggi seperti jeruk, pepaya, apel dan nanas.

PROTEIN: Protein sangat dibutuhkan tubuh karena protein merupakan nutrisi penting untuk perkembangan dan pertumbuhan jaringan otot dan tubuh. Protein memiliki tingkat metabolisme yang tinggi dibandingkan dengan lemak. Protein juga membuat sensasi kenyang sehingga menghindari diri dari makan berlebihan. Sumber protein yang baik terdapat pada ayam tanpa lemak, telur, ikan dan kacang.

ZAT BESI: Kekurangan zat besi akan membuat stamina Anda drop. Terlebih saat Anda sedang melakukan diet atau menurunkan berat badan. Sumber zat besi yang baik terdapat pada daging, kacang-kacangan dan sayuran seperti brokoli dan bayam. Jika Anda ingin menggunakan suplemen penambah zat besi, konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu.

Makanan Apa Saja yang Bisa Membangun Stamina?

Oatmeal: adalah karbohidrat yang belum diolah dan diproses secara lambat oleh tubuh. Untuk itu, Anda akan merasa kenyang sepanjang hari jika mengkonsumsi oatmeal. Oatmeal juga menjaga kadar gula darah dalam tingkatan yang normal.

Kacang: kaya akan mineral dan zat besi dan membuat tubuh untuk memproduksi sel darah merah dimana sel darah merah ini membawa oksigen melalui otot dan bisa membuat Anda fit sepanjang hari.

Kopi: Dikenal sebagai penyedia energi instan karena sifatnya yang menenangkan dan menambah stamina. Tapi ingat, asupan kopi tidak boleh dari 3 gelas cangkir setiap hari ya.

Sayuran Berdaun Hijau: Dikemas dengan mikronutrien dan sayuran hijau ini kaya akan serat dan mempertahankan kadar gula darah pada tingkatan yang normal.

Pisang: sangat baik dikonsumsi sebelum Anda memutuskan untuk tidak makan berjam-jam. Pisang membantu Anda untuk bisa berkonsentrasi dan fokus.

Selai Kacang: mengandung Omega 3 yang bisa mengurangi rasa sakit, meningkatkan kesehatan jantung dan otak. Selai kacang juga bagus untuk menambah stamina. Anda bisa memakannya bersama dengan makanan yang mengandung akrbohidrat kompleks seperti roti.

Daging, ikan, ayam tanpa lemak dan telur kaya akan protein. Protein berfungsi untuk menguatkan otot dan berkembangnya otak kita. Makanan ini lambat dicerna tubuh sehingga bisa menciptakan energi sepanjang Anda beraktifitas hari ini.

Anggur Merah: mengandung Resveratol yang memberikan energi yang banyak untuk tubuh, anggur merah juga memiliki kadar gula yang rendah sehingga aman untuk dikonsumsi.

Jus Bit: meminum jus bis sebelum berolahraga akan membuat Anda tidak cepat kehilangan tenaga.

Kamis, 02 Agustus 2012

Hewan Peliharaan Bisa Tingkatkan Kemampuan Sosial Anak Autis


Memiliki hewan peliharaan merupakan kesenangan tersendiri bagi pecinta binatang. Tak hanya itu, ternyata memiliki hewan peliharaan juga bisa menjadi teman sekaligus "dokter" bagi anak-anak penderita autisme. Sebuah penelitian di Rumah Sakit Brest di Perancis menemukan bahwa memiliki hewan peliharaan bisa meningkatkan keterampilan sosial anak-anak autisme. Hal ini baru bisa diterapkan pada anak-anak autis yang berusia 5 tahun ke atas.

Dalam penelitian seperti yang dilansir Dailymail itu disebutkan anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan lebih mampu berkembang dengan baik jika bermain dan memelihara kucing, sementara anak-anak autis yang tidak memiliki hewan peliharaan tidak menunjukkan perkembangan sama sekali. Tapi, efek ini tidak begitu terlihat bagi anak-anak autis yang memiliki hewan peliharaan keluarga sejak lahir. 

Para peneliti mengatakan kemungkinan hewan-hewan peliharaan yang dijadikan anggota keluarga memiliki arti bagi anggota keluarga yang lain. Sehingga bisa memperkuat ikatan keluarga. Karena sehari-harinya mereka berinteraksi satu sama lain.

dr Kelautan Grand George dan timnya melakukan dua penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal PLoS ONE. Penelitian pertama mereka menganalisa 24  anak autis dengan usia rata-rata 11 tahun yang diambil dari sebuah tempat penitipan anak di Perancis. Sebanyak 12 anak menerima anjing, kucing dan kelinci. Sementara 12 anak autis lainnya tidak diberikan hewan peliharaan tersebut.

Pada penelitian ini orangtua anak-anak autis juga dilibatkan yaitu dengan cara mengisi sebuah survei yang berisi hewan peliharaan anak-anak mereka. Survei dilakukan sebelum dan sesudah anak-anak autis itu memelihara binatang.

Hasil penelitian menyebutkan anak-anak autis dengan hewan peliharaan lebih mampu berbagi makanan atau mainan dengan orangtua atau anak-anak lain. Mereka juga jadi lebih ekspresif dalam menyampaikan perasaan seperti menyampaikan perasaan sedih atau sedang terluka

Namun, tidak ada perkembangan apa-apa pada penelitian kedua yang membandingkan 8 anak autis yang memiliki hewan peliharaan keluarga sejak lahir dan 8 orang anak autis yang tidak memiliki hewan peliharaan. Para peniliti mengatakan anak-anak menghabiskan waktu bermain dengan binatang peliharaan sementara mereka yang memiliki hewan peliharaan sejak masih bayi menunjukkan interaksi yang lebih sedikit.

Mereka mencatat bahwa penelitian lain telah menemukan hewan peliharaan yang bisa meningkatkan keterampilan anak dengan perkembangan pribadi yang khas, termasuk meningkatkan harga diri dan rasa empati yang dalam.