Rabu, 05 Februari 2014

Penyebab dan Penanganan Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi atau impoten adalah mimpi buruk bagi pria. Menjadi semakin parah apabila Anda tidak terbuka atau merasa tabu untuk menceritakan problem besar Anda kepada dokter. Ada dua masalah impotensi yang biasa dijumpai pada kaum pria yaitu masalah fisik dan masalah psikis. Masalah fisik kerap terjadi pada orang yang sudah berusia lanjut, dan masalah psikis lebih banyak terjadi pada usia muda.

Faktor penyebab impoten diantaranya, kelainan pembuluh darah,  kelainan pada penis, obat – obatan dan masalah psikis atau kejiwaan yang mempengaruhi gairah seksual. Normalnya, berkurangnya daya ereksi penis pria terjadi paling awal terjadi di usia 65 tahun dan paling lama pada usia 80 tahun.

Untuk bisa berdiri dengan tegak, penis perlu dialiri aliran darah. Nah, apabila terjadi sumbatan aliran darah atau terjadi kelainan pembuluh darah maka Anda bisa mengalami impotensi. Penyebab impotensi yang disebabkan oleh gangguan aliran darah adalah terjadinya pembedahan pembuluh darah, pembekuan darah, sehingga aliran darah arteri ke penis terganggu.

Impotensi juga bisa terjadi karena kadar testosteron yang dimiliki rendah, telah terjadi kerusakan syaraf akibat konsumsi obat – obatan, alkohol dan kecelakaan. Sedangkan penyebab impotensi yang berasal dari psikis adalah Anda mengalami depresi, cemas yang berlebihan, memiliki perasaan takut tidak bisa membahagiakan pasangan di atas ranjang, dan perasaan bersalah.

Untuk mendiagnosa apakah Anda mengalami impotensi atau tidak adalah dengan melihat dari “aktifitas” pagi hari pada penis Anda. Penis Anda bisa ereksi atau tidak bisa dilihat dari morning erection atau ereksi penis di pagi hari. Jika Anda masih bisa ereksi di pagi hari, berarti impotensi yang Anda alami disebabkan oleh faktor psikis. Jika Anda tidak bisa mengalami morning erection maka penyebabnya adalah masalah fisik. 

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Anda akan diminta untuk melakukan pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan gula darah untuk diabetes, pemeriksaan kadar TSH dan USG penis.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Suka artikel ini? silahkan dishare ya :)