Anak hiperaktif, dalam bahasa kedokteran disebut Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas (GPPH) adalah masalah perilaku yang kebanyakan terjadi pada anak – anak. Anak Hiperaktif sering membuat pusing kedua orang tua karena sifat dan tingkah laku anaknya banyak yang tidak dipahami. Seperti tiba - tiba memukul, susah diatur, menendang atau merusak benda - benda yang berada didekatnya. Anak hiperaktif tidak bisa dibiarkan begitu saja karena ke depan akan menjadi masalah yang buruk bagi anak dan kedua orangtuanya.
Sebetulnya Anda tidak perlu berpusing ria jika tahu cara menghadapi anak hiperaktif. Memang dibutuhkan kesabaran, ketelatenan dan mental yang kuat untuk menghadapi anak hiperaktif ini. Berikut ini adalah beberapa jurus atau cara menghadapi anak hiperaktif yang dirangkum dari berbagai sumber.
1. Mengalihkan Aktifitas Fisik
Kekuatan anak hiperaktif luar biasa, bergerak ke sana ke mari tanpa kenal lelah, berlari, memanjat dan apapun kegiatan yang menguras fisik dia sanggup melakukannya. Jangan marah dulu mom, energi si kecil yang luar biasa ini bisa Anda alihkan ke beberapa aktifitas fisik yang menyenangkan. Misalnya berkeliling komplek perumahan di pagi atau sore hari, membiarkan si kecil bertemu teman sebaya dan bermain, jika usia si kecil sudah cukup untuk diajak out bond maka ajak lah dia, salurkan energinya ke beberapa hobi yang mengandalkan fisik seperti belajar ilmu beladiri, bermain sepak bola, bersepeda dan lainnya.
2. Latihan Konsentrasi
Anak hiperaktif sangat sulit untuk berkonsentrasi. Anak hiperaktif tidak akan mau mendengar saat kita sedang menjelaskan sesuatu, tidak bisa diam dalam waktu yang lama dan bersikap tenang. Tipsnya, ajaklah si kecil untuk menggambar, mewarnai dan menyusun puzzle. Ketiga aktifitas tersebut kebanyakan disukai anak - anak dan memang efektif untuk melatih konsentrasi si hiperaktif. Biarkan dia menuangkan imaginasinya dalam sebuah gambar dan biarkan dia bebas mewarnai gambar yang sudah dibuatnya.
3. Konsisten Ajarkan Sopan Santun
Do and don't tetap Anda berlakukan pada anak hiperaktif. Meski dia terlihat cuek saat Anda mengajarkan sesuatu, dia tetap mendengarkan. Anda pernah merasa takjub karena tiba - tiba anak Anda mengingat semua yang Anda ajarkan, padahal saat itu dia seperti tidak mendengarkan kata - kata Anda. Bersabarlah untuk terus konsisten mengajarkan anak hiperaktif sopan santun. Saat waktunya makan, beri tahu dia bahwa saat makan tidak boleh berlarian atau banyak bergerak. Saat di tempat umum, katakan padanya untuk menjaga sikap.
Misalnya dengan mengatakan "Ade diam dulu ya, Mama mau bayar mainan ade dulu,"
4. Pendekatan Emosional
Anak hiperaktif sangat membutuhkan perhatian kedua orangtuanya. Meski Anda bekerja, luangkan beberapa menit dalam sehari untuk berinteraksi dengannya. Misalnya mengobrol dengan anak, menemani anak bermain walau sebentar, mengajak anak bermain, jalan - jalan di sekitar rumah dan mengajaknya beribadah bersama. Percayalah, pendekatan emosional adalah salah satu terapi yang efektif untuk menghadapi anak hiperaktif.
5. Kendalikan Emosi Anda
Saat teriakan bahkan cubitan Anda sudah tidak mempan lagi bagi anak hiperaktif, kini saatnya bagi Anda untuk mengendalikan emosi Anda sendiri. Anak - anak hiperaktif memang sangat menguras emosi dan menguji kesabaran. Emosi boleh saja karena sangat manusiawi tapi setelah itu minta maaflah pada anak.
Demikian tips cara menghadapi anak hiperaktif. Dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran yang tinggi untuk menghadapi anak hiperaktif. Akan banyak menyita waktu Anda, tapi demi kebaikan anak kenapa tidak?
Selamat mencoba.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Suka artikel ini? silahkan dishare ya :)