Tampilkan postingan dengan label hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hamil. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juli 2012

Tanda-Tanda Kehamilan


Terlambat datang bulan adalah ciri yang paling mudah dikenali oleh wanita saat dirinya merasakan ada sesuatu di rahimnya. Biasanya test pact adalah tanda-tanda kehamilan yang umumnya dirasakan wanita hamil.

Berikut ini adalah tanda-tanda kehamilan yang umumnya terjadi pada wanita:

1. Payudara lebih menegang bahkan terasa sakit seperti bengkak. Hal ini terjadi akibat perubahan hormon selama kehamilan.

2. Pusing. Hal ini terjadi karena perubahan hormon yang terjadi pada tubuh wanita hamil. Bisa juga karena anemi. Segera kunjungi dokter kandungan anda jika dirasa makin parah.

3. Emesis atau hyperemesis. Emesis atau mual biasa terjadi pada wanita hamil, tapi ada juga yang tidak mengalami. Jika mual bahkan terjadi muntah yang hebat disebut Hyperemesis.

4. Cepat lelah dan badan lemas. Biasanya, wanita hamil cepat kehabisan energi di awal-awal masa kehamilan. Ini terjadi karena bunda harus berbagi nutrisi dengan bayi yang dikandungnya. Kalau nafsu makan tidak turun, bunda tingkatkan asupan nutrisi agar tubuh tidak mudah lelah. Jika terjadi sebaliknya, ayoo yah bujuk bunda untuk makan yang bergizi ya, agar bayi anda cukup menerima asupan nutrisi.

5. Selera makan hilang. Umumnya, wanita hamil kehilangan selera makan, ada pula yang baru mencium aroma masakan, bumbu digoreng dan aroma tertentu sudah malas makan karena perutnya mual. Tidak apa-apa, asalkan masih bisa memakan makanan bernutrisi lainnya yang diinginkan. Peran ayah sangat penting di masa-masa ini, ayah bisa membantu bunda untuk mencarikan makanan yang diinginkan bunda. Tentunya harus bernutrisi tinggi ya.

6. Ngidam. Munculnya keinginan bunda untuk melahap makanan tertentu disebut ngidam. Namun, ngidam merupakan dorongan psikologis yang tidak perlu terlalu dituruti. Selama keinginan bunda masih wajar, seperti membelikan makanan atau minuman yang bunda inginkan, ayah bisa menurutinya. Tapi kalau sudah tidak wajar, seperti ingin membelai binatang buas, tentu ayah tidak perlu mengabulkannya :)

Tips Agar Kaki Tidak Bengkak Saat Hamil


Salah satu perubahan yang terjadi pada Ibu Hamil (Bumil) adalah pembengkakan pada kaki. Hal ini umumnya terjadi saat kehamilanmemasuki trimester ketiga. Pembengkakan pada kaki terjadi karena tekanan pada pembuluh darah balik di rongga panggul oleh perut atau rahim yang membesar, sehingga membuat aliran darah balik dari kaki menuju jantung terhalangi. Memang, tidak semua Bumil mengalami pembengkakan pada kaki.

Namun apabila anda mengalami, anda harus bisa membedakan apakah pembengkakan itu wajar atau tidak wajar.

Pembengkakan kaki yang wajar terjadi apabila tidak diikuti dengan penyakit lainnya. Anggota tubuh yang lain terlihat normal, hanya kaki saja yang bengkak. Tidak semua Bumil mengalami kondisi ini. Semua tergantung bagaimana Bumil menjalani gaya hdup, pola makan dan aktifitas selama kehamilan.

Sementara itu, pembengkakan kaki yang tidak wajar terjadi apabila disertai penyakitlain seperti gangguan ginjal, penyakit jantung, pre eklamsia atau eklamsia dalamkehamilan. Pada pre eklamsia, pembengkakan terjadi setelah kehamilan mengginjak usia 20 minggu, sedangkan pada penyakit gangguan ginjal dan jantung ditemukan sejak awal kehamilan.

Untuk itu, selama kehamilan, Bumil sangat disarankan untuk membiasakan hidup sehat. Berikut beberapa tips agar Bumil terhindar dari kaki bengkak.

1.Hindari berdiri atau duduk terlalu lama, sesekali gerakkan kaki dan berjalan-jalan sebentar agar sirkulasi darah lancar.

2.Saat berbaring, ganjal kedua kaki dengan bantal agar posisi kaki lebih tinggi dari kepala.

3.Jangan terlalu lama duduk dengan kaki menggantung. Berdirilah setiap 30 menit sekali agar kaki tidak bengkak.

4.Kurangi mengkonsumsi garam atau makanan asin yang berlebihan.

5.Olah raga ringan agar sirkulasi darah lancar. Misalnya, berenang atau berjalan santai di pagi hari.

6.Rendamlah kaki dalam air hangat yang dibubuhi garam atau jeruk nipis selama 10-15 menit.

7.Perbanyak makan protein baik hewani seperti ayam, ikan salmon, hati ayam, hati sapi, telur ayam dan udang segar. Protein nabati, kacang hijau, kacang kedelai, tahu, tempe, kacang merah segar.



Hubungi dokter kandungan Anda jika terjadi sesuatu yang serius.

Tips Memilih Dokter Kandungan yang Tepat


Untuk menjaga kesehatan Ibu dan janin, sebaiknya selaman kehamilan harus dipantau kesehatannya. Saatnya anda menentukan dokter kandungan yang tepat untuk anda datangi setiap bulannya. Berikut ini adalah Tips memilih dokter kandungan yang tepat.
  1. Pilihlah dokter kandungan yang komunikatif, senang memberikan penjelasan yang detail mengenai kesehatan kandungan anda. Dokter kandungan yang komunikatif akan membuat Ibu lebih tenang menjalani masa kehamilan karena dokter kandungan jenis ini bisa memberikan saran sesuai dengan kondisi pasien
  2. Perhatikan jarak rumah ke tempat dokter kandungan anda berpraktek. Hal ini perlu dipertimbangkan untuk berjaga-jaga apabila Ibu mengalami kondisi darurat.
  3. Pertimbangkan jenis kelamin. Ada beberapa Ibu hamil yang merasa nyaman dengan dokter kandungan pria atau malah sebaliknya.
  4. Cari tahu mengenai dokter kandungan yang akan Ibu kunjungi. Referensi dari teman dan kerabat akan sangat membantu anda untuk menemukan dokter kandungan yang tepat. Misalnya, dokter kandungan dengan pasien yang banyak biasanya memiliki track record yang baik.
  5. Banyak mencari referensi dari temen, saudara, internet mengenai karakter dokter. Tidak jarang, Ibu hamil mengalami berkali-kali ganti dokter kandungan selama masa kehamilan karena kurang sreg dengan dokter kandungan sebelumnya.
  6. Carilah dokter kandungan yang bisa dihubungi kapan saja jika tiba-tiba terjadi keadaan yang darurat.