Tampilkan postingan dengan label dokter kandungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dokter kandungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juli 2012

Tips Agar Kaki Tidak Bengkak Saat Hamil


Salah satu perubahan yang terjadi pada Ibu Hamil (Bumil) adalah pembengkakan pada kaki. Hal ini umumnya terjadi saat kehamilanmemasuki trimester ketiga. Pembengkakan pada kaki terjadi karena tekanan pada pembuluh darah balik di rongga panggul oleh perut atau rahim yang membesar, sehingga membuat aliran darah balik dari kaki menuju jantung terhalangi. Memang, tidak semua Bumil mengalami pembengkakan pada kaki.

Namun apabila anda mengalami, anda harus bisa membedakan apakah pembengkakan itu wajar atau tidak wajar.

Pembengkakan kaki yang wajar terjadi apabila tidak diikuti dengan penyakit lainnya. Anggota tubuh yang lain terlihat normal, hanya kaki saja yang bengkak. Tidak semua Bumil mengalami kondisi ini. Semua tergantung bagaimana Bumil menjalani gaya hdup, pola makan dan aktifitas selama kehamilan.

Sementara itu, pembengkakan kaki yang tidak wajar terjadi apabila disertai penyakitlain seperti gangguan ginjal, penyakit jantung, pre eklamsia atau eklamsia dalamkehamilan. Pada pre eklamsia, pembengkakan terjadi setelah kehamilan mengginjak usia 20 minggu, sedangkan pada penyakit gangguan ginjal dan jantung ditemukan sejak awal kehamilan.

Untuk itu, selama kehamilan, Bumil sangat disarankan untuk membiasakan hidup sehat. Berikut beberapa tips agar Bumil terhindar dari kaki bengkak.

1.Hindari berdiri atau duduk terlalu lama, sesekali gerakkan kaki dan berjalan-jalan sebentar agar sirkulasi darah lancar.

2.Saat berbaring, ganjal kedua kaki dengan bantal agar posisi kaki lebih tinggi dari kepala.

3.Jangan terlalu lama duduk dengan kaki menggantung. Berdirilah setiap 30 menit sekali agar kaki tidak bengkak.

4.Kurangi mengkonsumsi garam atau makanan asin yang berlebihan.

5.Olah raga ringan agar sirkulasi darah lancar. Misalnya, berenang atau berjalan santai di pagi hari.

6.Rendamlah kaki dalam air hangat yang dibubuhi garam atau jeruk nipis selama 10-15 menit.

7.Perbanyak makan protein baik hewani seperti ayam, ikan salmon, hati ayam, hati sapi, telur ayam dan udang segar. Protein nabati, kacang hijau, kacang kedelai, tahu, tempe, kacang merah segar.



Hubungi dokter kandungan Anda jika terjadi sesuatu yang serius.

Tips Memilih Dokter Kandungan yang Tepat


Untuk menjaga kesehatan Ibu dan janin, sebaiknya selaman kehamilan harus dipantau kesehatannya. Saatnya anda menentukan dokter kandungan yang tepat untuk anda datangi setiap bulannya. Berikut ini adalah Tips memilih dokter kandungan yang tepat.
  1. Pilihlah dokter kandungan yang komunikatif, senang memberikan penjelasan yang detail mengenai kesehatan kandungan anda. Dokter kandungan yang komunikatif akan membuat Ibu lebih tenang menjalani masa kehamilan karena dokter kandungan jenis ini bisa memberikan saran sesuai dengan kondisi pasien
  2. Perhatikan jarak rumah ke tempat dokter kandungan anda berpraktek. Hal ini perlu dipertimbangkan untuk berjaga-jaga apabila Ibu mengalami kondisi darurat.
  3. Pertimbangkan jenis kelamin. Ada beberapa Ibu hamil yang merasa nyaman dengan dokter kandungan pria atau malah sebaliknya.
  4. Cari tahu mengenai dokter kandungan yang akan Ibu kunjungi. Referensi dari teman dan kerabat akan sangat membantu anda untuk menemukan dokter kandungan yang tepat. Misalnya, dokter kandungan dengan pasien yang banyak biasanya memiliki track record yang baik.
  5. Banyak mencari referensi dari temen, saudara, internet mengenai karakter dokter. Tidak jarang, Ibu hamil mengalami berkali-kali ganti dokter kandungan selama masa kehamilan karena kurang sreg dengan dokter kandungan sebelumnya.
  6. Carilah dokter kandungan yang bisa dihubungi kapan saja jika tiba-tiba terjadi keadaan yang darurat.