Sebuah penelitian baru di Sydney, Australia, menemukan bahwa diet rendah protein berarti pelaku diet cenderung akan memakan banyak makanan yang berkalori tinggi. Dimana hal itu akan berdampak pada penambahan berat badan dalam jangka panjang. Para pelaku diet rendah protein biasanya menjadikan makanan yang rendah protein sebagai camilan sehat. Hal ini dilakukan untuk mengadalikan nafsu makan yang kadang 'menggoda' mereka yang berdiet. Mari kita cermati bagaimana hasil penelitian tersebut dan bagaimana protein mempengaruhi penurunan berat badan.
Untuk Pemula - Berapa Banyak Protein yang Harus Dikonsumsi Setiap Hari?
Pertama, mari kita fokus pada bagaimana protein diproses didalam tubuh manusia. Sitrat dan karbonat yang dihasilkan tulang membantu menetralkan asam yang dilepaskan saat protein diuraikan. Jika Anda mengkonsumsi makanan dengan kadar protein yang tinggi, misalnya melebihi yang direkomendasikan, maka proses ini akan menyebabkan kalsium akan hilang dalam jangka waktu yang panjang. Kalsium akan terbuang melalui urin dan tentu hal ini akan menyebabkan Anda terserang batu ginjal.
Seorang pelatih kebugaran Arnav Sangkar mengatakan tingkat konsumsi protein tergantung pada ukuran dan intensitas pelaku diet. "Umumnya, saya akan merekomendasikan 1 gram per kilo (berat badan orang). Misalnya berat badan Anda 54 kilogram berarti Anda membutuhkan 54 gram protein setiap harinya," ujarnya seperti yang dilansir Healthmeup.
Apa Sumber Protein yang Baik?
Ahli Gizi dari Life Mojo, Payal Banka, mengatakan protein yang diperoleh dari sumber yang alami akan lebih baik daripada protein yang sudah berbentuk suplemen yang dijual bebas di apotik atau swalayan. " Apapun nutrisi yang masuk ke dalam tubuh adalah yang alami," kata Payal.
Sumber protein yang alami bisa diperoleh dari daging tanpa lemak, susu, telur, protein nabati, kacang-kacangan dan biji-bijian. Saat Anda dalam program diet tentu asupan protein yang masuk ke dalam tubuh Anda perlu diperhatikan dari mana asalnya.
Apa yang Dimaksud Sumber Protein Terbaik?
Protein terbaik adalah protein yang tidak menjadi sampah dan tidak meninggalkan residu dalam tubuh setelah dimetabolisme. Telur, daging dan susu beserta produk olahan susu adalah sumber protein terbaik dan menempati the first class. Sementara kacang-kacangan menempati kelas kedua protein terbaik. Bagi Anda yang vegetarian, keju, kacang-kacangan seperti kacang almond, kenari dan kacang tanah adalah sumber protein nomor satu.
Bagaimana Protein Membantu Menurunkan Berat Badan?
Penelitian di Australia membuktikan dari pola konsumsi kalori pada sampel yang diuji pada sukarelawan menyebutkan, mereka yang memakan 15-35 % protein akan memakan sedikit kalori dibanding kelompok yang hanya mengkonsumsi 10 % protein setiap harinya. Ada dua alasan untuk menjelaskan hal ini.
1. Protein yang sehat atau rendah lemak berfungsi bisa menjadi kontroler nafsu makan yang baik dibanding karbohidrat dan lemak jahat.
2. Camilan yang tidak sehat yang dipilih oleh mereka yang diet jelas bukanlah makanan yang sehat.
Bagaimanapun asupan protein akan sangat berpengaruh pada berat badan orang yang sedang berdiet.Intinya, protein menentukan berhasil atau tidaknya program diet Anda!
Jika Anda Olahragawan, Anda Butuh Rekomendasi Asupan Protein!
Arnav Sarkar mengatakan latihan angkat beban bisa menyebabkan jarinagn dalam otot "mengeluarkan air mata" dan itu membutuhkan protein untuk memperbaikinya. Ini menyebabkan tubuh membutuhkan asupan protein yang banyak. Bisa ditambah 2 gram untuk 1 kilo berat badan Anda. Ini bukan angka baku yang harus diterapkan. Jika Anda merasa kurang yakin Anda bisa berkonsultasi langsung dengan ahli gizi Anda sebelum memulai berdiet.