Secara global, pneumonia atau radang paru-paru menyumbang
kematian 20 % di kalangan anak-anak di bawah usia 5 tahun. Menurut Academy of
Pediatrics India (IAP) setiap tahunnya ditemukan 370 ribu anak dari 45 juta
anak di India meninggal karena pneumonia.
“Menciptakan lingkungan yang bersih, mengatasi masalah
kekurangan gizi, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama di kehidupan
anak, imunisasi tepat waktu dan pelayanan yang sesuai dengan kesehatan untuk
anak-anak di India secara signifikan mengurangi tingkat kematian dari
penyakit-penyakit yang bisa dicegah seperti pneumonia,” ujar Nasional Presiden Dr Rohit C Agrawal, seperti
yang dilansir Healthmeup.
Pneumonia adalah penyakit pernafasan akut dimana paru-paru
terinfeksi oleh jamur, bakteri, virus atau parasite. Menurut WHO, Streptococcu
merupakan penyebab utama kematian anak di bawah usia 5 tahun. Sudah tercatat
kurang lebih 0,9 juta anak-anak yang meninggal akibat penyakit ini di dunia dan
120 ribu anak di India per tahunnya.
Penyakit radang paru-paru terdiri dari pneumonia (infeksi
paru), meningitis (infeksi otak), bacteremia (infeksi darah), otitis media
(infeksi telinga) dan sinusitis (infeksi sinus). Bayi yang lahir premature saat
mencapai usia 24-59 bulan biasanya memiliki gangguan fungsi paru-paru, saluran
pernafasan yang menyempit, gizi buruk dan sistem kekebalan tubuh yang belum
matang memiliki resiko yang lebih tinggi tertular infeksi ini.
Mencegah pneumonia pada anak-anak merupakan komponen penting
dari strategi mengurangi angka kematian anak. Imunisasi HIB, Pneumococcus,
campak dan batuk rejan adalah cara yang paling efektif untuk mencegah
pneumonia.
Memberikan gizi yang cukup pada anak juga kunci agar
pertahanan alami anak-anak meningkat. Mulailah dengan pemberian ASI Eksklusif
selama 6 bulan pertama di kehidupan anak. Selain efektif dalam mencegah
pneumonia, ASI membantu mengurangi resiko terserang penyakit lainnya dalam
jangka yang panjang.
Mengatasi faktor lingkungan seperti polusi udara dalam
ruangan, misalnya dengan selalu membersihkan fentilasi udara dan keadaan ruma
selalu bersih juga mengurangi resiko anak-anak terjangkit penyakit pneumonia.
Pada anak-anak yang terinfeksi virus HIV, berikan kotrimoksazol
antibiotic setiap hari untuk mengurangi resiko tertular penyakit pneumonia.
Anak-anak harus menerima vaksin pneumonia atau vaksin pneumococcal conjugate
sebagai lawan dari vaksin polisakarida pneumokokus. Vaksin ini berlaku mulai
dari anak usia 2 tahun hingga 5 tahun. Pemberian vaksin ini dapat mencegah
anak-anak terserang penyakit pneumonia.
Pada orang dewasa, virus influenza dapat menjadi penyebab
langsung dari radang paru-paru. Pneumonia bakteri juga merupakan komplikasi
umum dari flu. Sebuah vaksinasi flu tahunan memberikan perlindungan yang sangat
signifikan.
Pneumonia sangat rentan terjadi pada
perokok, orang dengan penyakit jantung, penyakit paru-paru dan orang yang
kekebalan tubuhnya kurang akibat virus HIV.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Suka artikel ini? silahkan dishare ya :)