Jumat, 30 November 2012

Yoga Saat Hamil, Boleh Kok..

Hamil membuat wanita sering mengeluhkan sulitnya melakukan olahraga karena kandungannya semakin membesar seiring berjalannya usia kehamilan. Tapi Anda tak perlu khawatir karena Anda bisa mencoba jenis olahraga ini. Yoga!

Melakukan yoga saat kehamilan membantu Anda untuk melatih pernafasan dan lebih rileks dalam menghadapi kehamilan yang semakin besar. Yoga saat hamil juga membantu Anda mengurangi keluhan fisik yang biasa terjadi saat kehamilan, misalnya rasa nyeri di beberapa anggota tubuh. Melakukan yoga saat hamil sebetulnya sangat dianjurkan karena membantu Anda berpikir tenang dalam menjalani hari-hari selama kehamilan dan mengurangi stres menjelang persalinan. 

Apakah Yoga Baik Selama Kehamilan?

Melakukan yoga saat hamil membantu Anda mempertahankan fleksibilitas, keseimbangan dan otot tubuh Anda. Yoga saat hamil tergolong aman, namun perlu pengawasan instruktur yoga. Bagi Anda yang sebentar lagi melahirkan, yoga sangat membantu Anda mempersiapkan diri baik tubuh dan pikiran dalam menghadapi persalinan. 

Selain meningkatkan stamina, yoga saat hamil dapat melatih Anda untuk menanggalkan rasa takut, rasa sakit dan rasa tidak nyaman di detik-detik persalinan. Yoga membantu Anda untuk bersikap lebih santai karena sikap santai sangat dibutuhkan oleh Anda dalam menghadapi proses persalinan.

Gerakan Yoga Saat Hamil

Seorang ahli yoga Dr Shilpa seperti yang dilansir Healthmeup mengatakan gerapak yoga pada trimester pertama adalah memfokuskan pada latihan kaki. Jadi posisi yoga lebih banyak dilakukan dalam posisi berdiri. Hal ini dilakukan untuk menghindari kram pada kaki. Memasuki trimester kedua dan ketiga, latihan yoga akan lebih fokus pada pernafasan dan meditasi.

Yang Perlu Diperhatikan Saat Yoga

1. Hindari pose backbends.
2. Hindari posisi tengkurap.
3. Jika ada gerakan yoga ada yang membuat Anda tidak nyaman, segera beritahu instruktur yoga dan dokter Anda.
4. Jangan melakukan yoga di ruangan yang bersuhu panas, panas akan membuat Anda pusing.

Berlatih yoga bisa Anda lakukan kapan saja di rumah atau mengikuti kelas yoga di beberapa rumah sakit bersalin.


Jumat, 16 November 2012

Mencegah Pneumonia pada Anak


Secara global, pneumonia atau radang paru-paru menyumbang kematian 20 % di kalangan anak-anak di bawah usia 5 tahun. Menurut Academy of Pediatrics India (IAP) setiap tahunnya ditemukan 370 ribu anak dari 45 juta anak di India meninggal karena pneumonia.

“Menciptakan lingkungan yang bersih, mengatasi masalah kekurangan gizi, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama di kehidupan anak, imunisasi tepat waktu dan pelayanan yang sesuai dengan kesehatan untuk anak-anak di India secara signifikan mengurangi tingkat kematian dari penyakit-penyakit yang bisa dicegah seperti pneumonia,” ujar  Nasional Presiden Dr Rohit C Agrawal, seperti yang dilansir Healthmeup.

Pneumonia adalah penyakit pernafasan akut dimana paru-paru terinfeksi oleh jamur, bakteri, virus atau parasite. Menurut WHO, Streptococcu merupakan penyebab utama kematian anak di bawah usia 5 tahun. Sudah tercatat kurang lebih 0,9 juta anak-anak yang meninggal akibat penyakit ini di dunia dan 120 ribu anak di India per tahunnya.

Penyakit radang paru-paru terdiri dari pneumonia (infeksi paru), meningitis (infeksi otak), bacteremia (infeksi darah), otitis media (infeksi telinga) dan sinusitis (infeksi sinus). Bayi yang lahir premature saat mencapai usia 24-59 bulan biasanya memiliki gangguan fungsi paru-paru, saluran pernafasan yang menyempit, gizi buruk dan sistem kekebalan tubuh yang belum matang memiliki resiko yang lebih tinggi tertular infeksi ini.

Mencegah pneumonia pada anak-anak merupakan komponen penting dari strategi mengurangi angka kematian anak. Imunisasi HIB, Pneumococcus, campak dan batuk rejan adalah cara yang paling efektif untuk mencegah pneumonia.

Memberikan gizi yang cukup pada anak juga kunci agar pertahanan alami anak-anak meningkat. Mulailah dengan pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama di kehidupan anak. Selain efektif dalam mencegah pneumonia, ASI membantu mengurangi resiko terserang penyakit lainnya dalam jangka yang panjang.

Mengatasi faktor lingkungan seperti polusi udara dalam ruangan, misalnya dengan selalu membersihkan fentilasi udara dan keadaan ruma selalu bersih juga mengurangi resiko anak-anak terjangkit penyakit pneumonia.

Pada anak-anak yang terinfeksi virus HIV, berikan kotrimoksazol antibiotic setiap hari untuk mengurangi resiko tertular penyakit pneumonia. Anak-anak harus menerima vaksin pneumonia atau vaksin pneumococcal conjugate sebagai lawan dari vaksin polisakarida pneumokokus. Vaksin ini berlaku mulai dari anak usia 2 tahun hingga 5 tahun. Pemberian vaksin ini dapat mencegah anak-anak terserang penyakit pneumonia.

Pada orang dewasa, virus influenza dapat menjadi penyebab langsung dari radang paru-paru. Pneumonia bakteri juga merupakan komplikasi umum dari flu. Sebuah vaksinasi flu tahunan memberikan perlindungan yang sangat signifikan.

Pneumonia sangat rentan terjadi pada perokok, orang dengan penyakit jantung, penyakit paru-paru dan orang yang kekebalan tubuhnya kurang akibat virus HIV.

Sabtu, 03 November 2012

Cara Menghadapi Serangan Alergi

Anda punya alergi turunan atau tiba-tiba terserang alergi akibat perubahan cuaca yang ekstrim misalnya? Jika  iya, tentu mengganggu bukan. Tanda-tanda alergi bisa terlihat dari hidung yang tiba-tiba tersumbat, mata berair, kulit gatal-gatal saat cuaca dingin melanda dan masih banyak lagi. Alergi yang tiba-tiba ini biasanya menganggu dan berikut ini beberapa cara menghadapi serangan alergi.

Habiskan Waktu Pagi Anda di Rumah
Biasanya, orang-orang yang rentan terhadap alergi terserang alergi saat udara lembab, angin kencang dan atau tiba-tiba cuaca menjadi buruk. Udara yang lembab biasanya terjadi di pagi hari. Usahakan habiskan waktu pagi Anda sejak pukul 5-10 di rumah. Atau siapkan obat alergi jika Anda ingin bepergian.

Mandi 2 Kali Sehari
Debu dan kotoran-kotoran yang super kecil memang tidak bisa kita lihat tapi mereka menempel di badan dan pakaian Anda. Debu akan membuat Anda bersin-bersin dan hidung mengeluarkan lendir. Anda bisa menghilangkan debu dengan mandi 2 kali sehari. Selain sehat, mandi bisa membersihkan Anda dari kotoran dan kuman.

Tutup Jendela Mobil Anda
Saat berkendara dengan mobil, usahakan jangan membuka jendela terlalu lebar. Karena saat Anda memacu kendaraan lebih cepat, debu-debu jalanan akan ikut terbang dengan cepat juga. Debu akan menempel di mobil dan baju Anda.

Cuci Tangan dan Pakaian 
Kebiasaan mencuci tangan setelah memegang benda-benda berdebu akan sangat mengurangi serangan alergi. Begitu juga dengan mencuci pakaian dengan segera. Mencuci pakaian dengan segera akan mengurangi pertumbuhan virus dan jamur yang menempel pada pakaian kotor.

Hindari Alkohol
Saat Anda terserang alergi, hidung Anda tak berhenti mengeluarkan lendir. Dan untuk mengurangi keluarnya lendir Anda tidak disarankan untuk meminum alkohol karena akan memperparah alergi.

Pakai Masker
Memakai masker penutup hidung saat Anda berkebun atau membersihkan gudang adalah salah satu cara yang efektif untuk menghindari serangan alergi. Dengan menutup hidung, debu-debu yang berterbangan tidak langsung masuk ke hidung Anda.

Hindari Polusi
Selain menutup hidung dengan kain atau masker, hindari polusi jalanan dan asap. Polusi adalah salah satu penyebab alergi terparah karena polusi menyebabkan saluran pernafasan Anda menjadi tidak sehat.

Sediakan Obat Alergi
Bagi Anda yang tingkat alerginya sudah parah, sediakan selalu obat anti alergi. Misalnya obat-obatan yang mengandung antihistamin. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum memilih obat anti alergi.